| Home | Book-Literature | Inspiring-Religion | Economy-Business | Social-Cultural-Languange | Politics-Conspiracy | Health-Sport | Music-Movie | Femininity-Parenting |
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Tuesday, 9 February 2016

BARNABAS, PAULUS & SEJARAH KRISTEN (PART 2)


BARNABAS DAN PENGIKUT YESUS PALING AWAL
Barnabas adalah seorang Yahudi yang lahir di Siprus, nama aslinya adalah Joses (Yusuf Levi). Dalam pengabdiannya kepada Yesus, para rasul lain memberi nama Barnabas yang artinya anak pelipur lara atau anak nasihat bijak. Dia termasuk pengkhotbah sukses dengan daya tarik pribadinya yang kuat. Siapa saja yang merasa sangat terganggu akibat konflik ajaran, merasa terhibur dan damai dalam bimbingannya. Keistimewaannya sebagai seorang yang pernah begitu dekat dengan Yesus telah membuatnya menjadi anggota terkemuka dari kelompok kecil murid-murid di Yerusalem yang menjalin kebersamaan setelah Yesus lenyap. Mereka mencermati Hukum Kenabian, yang dibawa oleh Yesus “Bukan untuk menghancurkan tapi untuk memenuhi(Matius 5: 17). Mereka meneruskan kehidupan sebagai orang Yahudi dan mempraktikkan apa yang diajarkan oleh Yesus kepada mereka.

Bahwa Kristen yang dapat dianggap sebagai sebuah agama baru, tidak terjadi di kalangan mereka.

Mereka adalah orang-orang saleh yang menjalankan tradisi Yahudi dan mereka dibedakan dari para tetangga mereka hanya karena faktor keimanan mereka kepada ajaran-ajaran Yesus. Pada awalnya mereka tidak mengorganisir diri mereka sebagai sebuah sekte yang terpisah dan tidak memiliki sinagog khusus.

Tidak ada satupun dari ajaran Yesus, sebagaimana yang dimengerti oleh mereka, yang mengharuskan permusuhan kepada umat Yahudi. Namun mereka menentang kepentingan pribadi dari para elit Yahudi.

Konflik yang terjadi antara umat Yahudi dengan para pengikut Yesus bermula dari para elit Yahudi yang merasa bahwa umat Kristen ini akan merendahkan otoritas mereka. Jurang konflik yang berlangsung dengan cepat meluas. Selama pengepungan Yerusalem di tahun 70 M., umat Kristen berbondong-bondong meninggalkan kota dan menolak untuk terlibat dalam pemberontakan Bar Coachaba pada tahun 132 M. Dua peristiwa ini telah mencuatkan perbedaan antara umat Kristen dengan umat Yahudi.

Pertanyaan tentang awal kemunculan Yesus, sifat-sifatnya dan hubungannya dengan Tuhan, yang di masa kemudian menjadi begitu penting, belum muncul di kalangan murid-murid yang paling awal ini.

Bahwa Yesus sebagai seorang manusia yang dianugerahi kelebihan supranatural oleh Tuhan, diterima dengan penuh keyakinan. Tak satupun ucapan Yesus atau berbagai peristiwa dalam hidupnya yang membuat mereka merasa harus mengubah pandangan tersebut.

Menurut Aristides, salah seorang apologis (pembela keyakinan) paling awal, bahwa ritual ibadah yang dilakukan oleh umat Kristen paling awal adalah lebih tinggi kadar monoteistiknya bahkan jika dbandingkan dengan monotheisme umat Yahudi sekalipun.


PENUHANAN YESUS OLEH PAULUS (SAULUS)
Dengan adanya perubahan dari seorang Paulus lahirlah era baru dalam teologi Kristen. Teologi Paulus didasarkan pada pengalaman pribadinya yang diinterpretasikan dalam cahaya pemikiran Yunani Kontemporer. Teori penebusan dosa adalah hasil pemikirannya, sebuah keyakinan yang sama sekali tidak diketahui oleh murid-murid Yesus. Teori Paulus ini telah mengakibatkan penuhanan Yesus.

Periode Paulus dalam sejarah gereja Kristen diwarnai oleh perubahan suasana dan perubahan prinsip-prinsip. Sebagai ganti dari para murid (12 murid) yang begitu dekat dengan Yesus, muncul figur baru (Paulus), yang belum pernah melihat dan mendengar Yesus secara langsung, yang memimpin di baris terdepan. Sebagai ganti dari Palestina, imperium Romawi menjadi latar belakang bagi kegiatan-kegiatan umat Kristen. Selain itu, alih-alih menjadi salah satu sekte Yudaisme, umat Kristen menjadi independen dan terpisah dari Yudaisme. Akhirnya muncul menjadi agama baru yang kita kenal sekarang.

Paulus sebenarnya lahir sebagai seorang Yahudi dan warga Tarsus. Namun dia lama tinggal di Roma dan menjadi penduduk Romawi. Dia kemudian menganut dengan teguh agama Romawi yang telah memasyarakat. Kaum intelektual pada saat itu ada di bawah pengaruh filsuf Plato dan Aristoteles. Paulus merasa bahwa tidak mungkin untuk mengubah masyarakat di wilayah imperium Romawi tanpa membuat beberapa penyesuaian bersama. Tapi tentu saja kebijakan Paulus ini tidak mungkin untuk diterima oleh orang-orang yang pernah melihat dan mendengar langsung Yesus dan ajarannya. Namun meski diwarnai oleh perbedaan, mereka kemudian memutuskan untuk bekerjasama untuk tema-tema yang bersifat umum.

Sebagaimana digambarkan dalam Kisah Para Rasul; Barnabas, yang merepresentasikan diri sebagai murid pribadi Yesus, dan Paulus yang bekerjasama dengan mereka dalam beberapa kesempatan. Tapi akhirnya konflik antara kedua pihak semakin meruncing.

Paulus ingin menghapus perintah-perintah Tuhan kepada Nabi Musa AS. (Moses) tentang hal-hal yang boleh dimakan. Dia juga hendak menghapus perintah Tuhan kepada Nabi Ibrahim AS. (Abraham) tentang keharusan berkhitan. Barnabas beserta murid-murid langsung Yesus merasa sangat keberatan.

Setelah konflik tersebut kedua belah pihak memutuskan untuk mengambil jalan mereka masing-masing. Dalam Kisah-Kisah Para Rasul, Barnabas menghilang setelah terjadi pertikaian, karena proses penulisan Kisah-Kisah para Rasul dilakukan oleh para pengikut Paulus.
Disebabkan oleh kompromi Paulus dengan keyakinan dan legenda Romawi maka para penganut Kristen yang berorientasi pada ajaran Paulus berkembang sangat pesat dan semakin bertambah kuat. Dalam tahap berikutnya, tercapailah prestasi dimana para raja ditundukkan dan dijadikan alat demi memenuhi kepentingan gereja.

Para pengikut Barnabas tidak pernah mengembangkan sebuah organisasi yang terpusat. Namun demikian mereka tetap setia pada pemimpin mereka dan jumlah mereka bertambah dengan sangat cepat. Mereka telah menimbulkan kemurkaan gereja yang kemudian mengupayakan tindakan sistematis untuk menghancurkan mereka dan untuk memusnahkan semua jejak eksistensi mereka, termasuk buku-buku dan gereja-gereja mereka.
Situasi yang tak terorganisir dari para pengikut Barnabas ini justru menjadi kekuatan mereka, karena menjadi tidak mudah menangkap mereka.

Penelitian modern telah memberi kejelasan tentang fakta unik para pengikut Barnabas: mereka bagaikan pucuk-pucuk ombak dan dengan melihat mereka seseorang tak dapat memvisualisasikan keseluruhan laut yang membentang.


MONOTHEISME DALAM KRISTEN
Hingga abad ke-4 M., terdapat sebuah sekte yang dikenal dengan sebutan Hypsistarian yang menolak menyembah Tuhan sebagai Bapa. Mereka memujaNYA sebagai penguasa dunia Yang Maha Agung, dan Maha Tinggi dan tak satupun yang dapat menyamaiNYA.

Paul dari Samasata adalah seorang uskup di Antiokia. Dia telah berpandangan bahwa kristus itu bukan tuhan tapi seorang manusia dan seorang nabi. Dia hanya membedakan kristus dengan para nabi sebelumnya dan pada intinya tuhan tidak dapat menjadi seorang manusia.

Kemudian ada uskup Antiokia yang lain yaitu Lucian. Reputasinya sebagai seorang uskup sebanding dengan kemasyurannya sebagai seorang cendikiawan. Dia menentang keras doktrin Trinitas. Dia menghapus semua sebutan Trinitas yang ditambahkan dan disisipkan dari Bibel yang ia yakini yang tidak terdapat dalam Gospel yang paling awal. Dia menjadi seorang martir pada tahun 312 M.

Selanjutnya ada murid Lucian yang termasyur yaitu Arius (250-336 M). Arius lahir di Libya. Uskup Peter dari Alexandria mentahbiskannya sebagai Diaken - pembantu gereja yang mengerjakan kewajiban-kewajiban di gereja - namun kemudian mengucilkannya.
Achilles, penerus uskup Peter, sekali lagi mentahbiskan Arius sebagai pendeta. Alexander yang merupakan uskup Alexandria berikutnya, sekali lagi mengucilkannya.
Namun Arius berhasil mengumpulkan banyak pengikut yang memusingkan gereja. Jika Arius tidak dilibatkan di dalam dewan gereja, beliau dapat menjadi sangat berbahaya bagi gereja, namun pendapat-pendapatnya yang mengukuhkan kesatuan dan kesederhanaan tuhan yang abadi tidak dapat diterima gereja. Dia percaya bahwa bagaimanapun kristus melampaui makhluk ciptaan dimana dia sendiri bukan merupakan substansi yang sama sebagai tuhan. Dia adalah seorang manusia sebagaimana manusia lainnya. Ajaran Arius ini berkembang pesat mengguncang sendi-sendi gereja Paulus (sekarang dikenal dengan gereja Roma atau Vatikan). Sebelumnya tak ada seorangpun yang berani menentang gereja resmi Roma, namun Arius melakukannya.
Tinggal menunggu waktu bahwa akan semakin banyak penganut kristen yang percaya bahwa Yesus bukan tuhan namun utusan. Dan doktrin Trinitas akan runtuh dengan sendirinya.

Monday, 11 January 2016

BARNABAS, PAULUS & SEJARAH KRISTEN


Melalui kitab suci Al-Qur’an, ALLAAH SWT. memerintahkan kita untuk percaya tidak hanya kepada Nabi Muhammad SAW., namun juga para nabi yang diutus ALLAAH sebelum Nabi Muhammad SAW.
Diantara nabi-nabi yang diutus sebelum Muhammad SAW, Al-Qur’an telah menegaskan betapa pentingnya kenabian Isa AS. (Yesus) bagi umat muslim.
Tak diragukan lagi bahwa Yesus telah diutus ALLAAH dengan membawa misi luhur bagi Bani Israel khususnya, dan juga mengemban misi universal tentunya. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Anbiya’ ayah 107 disebutkan bahwa Muhammad adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam/ kemanusiaan (Rahmatan Lil ‘Aalamiin).
Berikut terjemahan ayah tersebut:

"Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

Dalam surah yang sama di ayah 91, Yesus/ Isa disebut sebagai tanda bagi kemanusiaan/ seluruh alam (Aayatal Lil ‘Aalamiin).
Berikut terjemahan ayah tersebut: 
  
"Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan Dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam."

Pembaca akan menemukan bahwa meski ada banyak nabi yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an, istilah ‘aalamiin (alam semesta atau kemanusiaan) hanya diperuntukkan bagi Yesus dan Muhammad. Sebagai pelengkap misinya bagi Bani Israel, Yesus telah diberi tugas untuk menyebarluaskan kepada dunia tentang diutusnya nabi terakhir dan terbesar di antara seluruh nabi yakni Muhammad SAW.
Secara terpisah hanya Yesus dan Muhammad yang mempunyai jumlah “pengikut” yang paling banyak sampai sekarang. Lebih dari setengah penduduk bumi terdiri dari umat Kristen, Nasrani, yang merupakan “pengikut” Yesus dan umat Islam yang mempercayai/ beriman pada Yesus dan Muhammad.


Untuk mengenal Muhammad SAW kita dapat membaca firman ALLAAH SWT tentang nabi terakhir yang diutusnya itu dan keterangan dari orang-orang terdekat Rasulullaah. Kita dapat memperolehnya di Al-Qur’an dan Al-Hadist. Bahkan dalam kitab Yahudi dan Nasrani pun terdapat keterangan tentang Muhammad SAW. Itulah mengapa mereka (rabbi, pendeta atau pemuka agama) seharusnya mengenal beliau seperti anak mereka sendiri.

Begitupun dengan Yesus (Isa AS) yang diceritakan dalam Al-Qur’an dan Injil. Meski Injil yang sekarang telah mengalami berbagai revisi atau tercampuri oleh tangan-tangan manusia. Namun sebenarnya ada beberapa Injil yang asli atau relevan, yang sayangnya harus dimusnahkan oleh pihak yang berkuasa saat itu (gereja). Salah satu Injil tersebut adalah Injil Barnabas (The Gospel of Barnabas). Padahal seharusnya injil ini injil yang patut dilestarikan. Karena apa? Karena barnabas adalah termasuk dari ke 12 murid Yesus, jadi  Barnabas bukan hanya sekedar orang yang hidup pada masa Yesus, namun juga yang dekat dengan Yesus dan melihat secara langsung bahkan bersama-sama sahabat yang lain menemani Yesus. Sedangkan injil-injil yang dipelihara gereja sampai sekarang adalah tulisan dari orang-orang yang tidak hidup dekat dengan Yesus, bahkan tidak mengenal Yesus dan jauh masanya dari saat kehidupan Yesus. Bukankah ini aneh?


Karena begitu pentingnya catatan yang ditulis Barnabas maka saya akan memposting secara berkala tentang terjemahanan Injil Barnabas (The Gospel of Barnabas). Selain bagi umat yang mengaku iman terhadap Yesus juga bagi pengikut Muhammad SAW. Dimana dalam injil ini membenarkan kerasulan Muhammad. Sebelum saya menulis tentang isi Injil Barnabas ada baiknya kita mengetahui tentang sejarah. Sejarah tentang Barnabas dan Injil Barnabas, tentang penganut Yesus, sejarah Kristen, Unitarianisme, serta fakta-fakta lain yang relevan yang telah menjadi sejarah yang wajib kita ketahui bersama. Mungkin ada beberapa informasi yang telah kita ketahui dan telah menjadi rahasia umum namun banyak juga yang akan membuat kita tercengang.

Monday, 30 March 2015

HUKUM MERAYAKAN HALLOWEEN



Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Dalam tradisi Barat, pada hari itu anak-anak berpakaian aneh dan/ atau seram. Mereka berkeliling dari pintu ke pintu meminta permen atau coklat sambil berkata, "Trick or treat!" Ucapan tersebut adalah semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili." Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela dengan sabun.

CIKAL BAKAL HALLOWEEN

        Halloween berasal dari festival Samhain (dari bahasa Irlandia Kuno samain) yang dirayakan masyarakat Kelt (Celtic) zaman kuno yang dulu mendiami Irlandia, Skotlandia, dan daerah sekitarnya. Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim panen dalam kebudayaan orang Gael, dan kadang-kadang disebut Tahun Baru Kelt. Orang Kelt yang menganut paganisme secara turun temurun menggunakan kesempatan festival untuk menyembelih hewan ternak dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin. Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.

Sekitar abad pertama Masehi, masyarakat Celtic ditaklukkan oleh warga Romawi, yang kemudian menambahkan kebudayaan mereka ke dalam tradisi Halloween. Mereka menambahkan dua festival bernama Feralia, diperuntukkan untuk menghormati mereka yang telah meninggal, dan Pomona, yaitu festival untuk merayakan musim panen, diambil dari nama seorang dewi.

ASAL-USUL ISTILAH HALLOWEEN

         Sekitar abad ke-8, tiap tanggal 1 November, gereja Katolik mulai memperingati tanggal tersebut sebagai hari untuk menghormati para Santo dan Santa yang tidak memiliki hari perayaan khusus. Halloween merupakan kependekan dari All Hallows' Even (eve dan even sama-sama berarti petang atau malam) yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow yang sekarang disebut All Saints Holy Day (Hari Raya Semua Orang Kudus). Huruf "n" di akhir kata Halloween berasal dari kata even. Pada zaman dulu, tanggal 1 November dipakai sebagai hari festival keagaamaan di berbagai tradisi paganisme Eropa hingga Paus Gregorius III dan Paus Gregorius IV memindahkan perayaan All Saints' Day menurut kalender santo dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November. Tanggal 13 Mei dulunya dirayakan sebagai hari raya paganisme untuk festival Lemuria. All Saints Holy Day ditentukan misionaris Kristen Katolik bertepatan dengan hari raya pagan dengan alasan ingin orang pagan mempercayai agama Kristen. Day of the Dead (Hari Para Arwah) yang merayakan kedatangan arwah sanak keluarga dan kerabat kembali ke bumi sampai sekarang masih diperingati di beberapa negara seperti di China, Filipina, Brazil, dan Meksiko.

       Lalu beranjak memasuki abad ke-18, banyak warga asal Eropa yang berimigrasi ke Amerika. Kebudayaan ini tetap mereka pertahankan dan bentuk perayaannya terus berkembang sampai sekarang.

        Sementara itu, di belahan selatan benua Amerika, tepatnya di Meksiko, setiap tanggal 31 Oktober merayakan Hari Para Arwah (El Dia de Los Muertos), untuk menghormati para kaum suci. Berawal dari tradisi gereja Katolik, perayaan itu sampai sekarang dianggap sebagai salah satu hari besar keagamaan dan dirayakan dengan meriah.

SIMBOL DAN PERAYAAN HALLOWEEN

         Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah Jack-o'-lantern yaitu labu yang diukir membentuk wajah menyeramkan. Biasanya di dalamnya diletakkan lilin menyala atau lampu agar terlihat lebih seram di tempat gelap. Di Amerika Serikat, lentera Jack-o'-lantern sering diletakkan di depan pintu masuk rumah sesudah hari mulai gelap. Tradisi mengukir Jack-o'-lantern berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar.
Simbol-simbol perayaan Halloween menggambarkan keadaan alam di musim gugur, termasuk labu hasil panen dan orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen. Selain itu simbol Halloween juga dekat dengan kematian, keajaiban, dan monster-monster dari dunia mitos.

        Karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween, misalnya karakter setan dan penyihir dalam kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk luar angkasa, kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, goblin, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala. Di Amerika Serikat, simbol Halloween biasanya dekat dengan tokoh dalam film klasik, mulai dari Drakula dan monster Frankenstein. Hitam, coklat dan orange dianggap sebagai warna tradisional Halloween, walaupun sekarang banyak juga barang-barang Halloween yang berwarna ungu, hijau, dan merah.
Di belahan bumi beriklim sejuk, perayaan Halloween berlangsung di musim apel. Salah satu makanan Halloween adalah apel karamel (apel yang dicelup ke dalam cairan gula). Hidangan lain yang lekat dengan tradisi Halloween adalah pai labu, sari buah apel (minuman cider), candy corn, bonfire toffee, candy apple, dan permen yang dibungkus dengan warna-warni Halloween.

     Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween. Bagi anak-anak, Halloween berarti kesempatan untuk memakai kostum dan mendapatkan permen. Bagi orang dewasa, Halloween merupakan kesempatan untuk berpesta kostum dan menjahili orang lain. Bagi took atau pedagang, acara ini kesempatan bagus untuk pemasaran dan menghasilkan keuntungan besar.  

       Berbagai bentuk perayaan Halloween di selenggarakan secara meriah di Amerika. Contohnya di kota Anoka di negara bagian Minnesota mengklaim diri sebagai Ibu Kota Halloween dan merayakannya dengan pawai besar-besaran. Bahkan kota Salem di Massachusetts yang terkenal dengan legenda tukang sihir dari Salem biasanya didatangi lebih banyak wisatawan menjelang perayaan Halloween. Kota New York tidak mau kalah dengan mengadakan pawai perayaan Halloween terbesar di Amerika Serikat yang disebut The Village Halloween Parade.
  
TANPA MAKNA DAN MERUSAK  AQIDAH
  
         Hampir semua tradisi Halloween didasarkan dalam budaya pagan kuno, atau dalam budaya kekristenan. Dari sudut pandang Islam, kepercayaan ini sama dengan bentuk penyembahan berhala atau dewa matahari alias syirik. Sebagai Muslim, kita seharusnya menghormati dan menjunjung tinggi iman dan keyakinan kita. Bagaimanapun Tuhan kita adalah Allaah SWT, selain itu tidak ada. Salah besar jika kita, anak-anak, dan keluarga kita merayakan sesuatu tanpa tahu latar belakang dan tujuannya. Hanya karena di antara teman-teman kita sudah biasa melakukan, lalu kemudian kita ikut-ikutan. Atau merayakan karena ketidakmengertian dan hanya dengan alasan untuk bersenang-senang (just for fun). Padahal setiap amal dan perbuatan kita selalu berimplikasi hukum yang akibatnya akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.
  
        Dalam satu riwayat, pada suatu hari Rasulullaah didatangi oleh utusan orang-orang Mekah, yang di antara mereka itu adalah Al-Walid bin Al-Mughirah, Aswad bin Muthalib, dan Umyyah bin Khalaf. Mereka menawarkan titik temu persamaan agama antara Islam dengan agama orang-orang kafir pada saat itu. Mereka menawarkan untuk memeluk dan menjalankan agama Islam pada masa satu tahun dan pada tahun berikutnya berharap Rasulullaah dan pengikutnya untuk menjalankan agama mereka - menyembah berhala. Kerjasama saling menguntungkan ini diharapkan bisa saling bergantian. Dengan kerjasama seperti ini, mereka merasa tidak ada yang saling dirugikan antara kaum kafir dan Islam. Tentu saja tawaran tersebut serta merta ditolak Rasulullaah, diawali dengan kalimat, “Aku berlindung dari orang-orang yang menyekutukan Allaah.” Dalam masalah aqidah dan tauhid, Rasulullaah tidak berkompromi untuk tawaran ini.
Sejak itu, Allaah langsung menurunkan wahyu, yaitu Al-Quran Surah 109 ayah 1-6 atau sering disebut Surah Al-Kafirun (orang-orang kafir).

        Dalam surah Al-Kafirun ayah pertama disebutkan, “Qul (katakan ya Muhammad) wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah”. Ayah berikutnya berbunyi, “Aku bukanlah penyembah apa yang engkau sembah.”
Ayah keempat mengatakan, “Aku selamanya bukanlah penyembah apa yang kalian sembah.” Jadi jelaslah, ayat ini menunjukkan sikap berbeda dan harus diambil oleh setiap orang Muslim terhadap orang kafir.

       So, bagi kita umat Islam yang mengikuti perayaan Halloween atau perayaan agama lain seperti Valentine, Natal, Paskah, Nyepi, dan lain-lain hukumnya adalah haram (dilarang) bagi muslim/ muslimah. Sekalipun hanya dengan mengucapkan “selamat” saja, maka itu sudah melanggar ketentuan Allaah. Sikap yang paling baik adalah jangan pernah menggangu mereka dalam perayaan ibadah atau perayaan mereka sekecil apapun dan juga jangan pernah tersentuh sekecil apapun untuk mengikutinya.

     Semoga postingan ini dapat menjadi informasi yang berharga bagi para pembaca dan blogger. Mohon disebarkan ke saudara-saudara seiman sebagai tambahan pengetahuan dan menghindarkan diri kita dari perilaku syirik yang mungkin tidak kita ketahui, tidak kentara atau tidak kita sadari.  

Nabi kita, Rasulullaah Muhammad, telah memuliakan dua hari yang patut dirayakan. Dua hari itu tak lain adalah Idul Fitri dan Idul Adha.

“Sesungguhnya Allaah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya: Idul Adha dan Idul Fitri.”

[Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya, No. 11595, 13058, 13210]



Dan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a, dia berkata,

“Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka.”

[Lihat ‘Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, Syarah Hadits No. 3512]


Seorang ulama penganut Salafi, Syeikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin juga mengatakan bahwa hari raya atau perayaan yang dikenal oleh Islam hanyalah Idul Fitri, Idul Adha, dan Idul Usbu' (hari Jum'at).

Dalam Islam tidak ada hari raya lain selain tiga hari raya tersebut, maka setiap hari raya yang diadakan di luar tiga hari raya itu ditolak alias bid'ah dan batil.






[Sumber: Hidayatullah.com, id.wikipedia.org]