| Home | Book-Literature | Inspiring-Religion | Economy-Business | Social-Cultural-Languange | Politics-Conspiracy | Health-Sport | Music-Movie | Femininity-Parenting |
Showing posts with label buku. Show all posts
Showing posts with label buku. Show all posts

Sunday, 23 October 2016

THE GREAT PROPHET MUHAMMAD SAW (ISLAMIC ENCYCLOPEDIC)



Nabi Muhammad SAW tak diragukan lagi merupakan sumber inspirasi dan teladan bagi umat Islam di dunia. Namun sayangnya masih banyak muslim yang kurang mengenal betul Rasulullaah Muhammad SAW.

Kebanyakan mereka hanya mengetahui beliau sebagai seorang nabi dan rasul yang wajib diimani oleh muslim semata, namun sedikit yang benar-benar memahami sikap serta perilaku beliau ketika menghadapi masalah sehari-hari.

Padahal, banyak teladan Rasulullah yang dapat membantu umat untuk menjalani hidup dengan cara Islami dalam hubungannya dengan sesama manusia (hablum minannass) dan dengan tuhannya (hablum minallah).

ALLAAH SWT. berfirman,

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) ALLAAH dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut ALLAAH.”
[QS. Al-Ahzab (33): 21]


MENANAMKAN TELADAN MUHAMMAD KEPADA UMAT

Salah satu cara tepat menanamkan teladan Muhammad pada umat adalah dengan mengenalkan sosok Rasulullah kepada buah hati kita sedini mungkin, yakni sejak kanak-kanak.

Masa ini adalah masa yang paling tepat, karena otak anak merespon dengan baik segala informasi yang ia terima. Anak-anak pun umumnya senang untuk tidak hanya menerima informasi, tapi juga mempraktekan informasi yan ia terima (Eshach & Fried, 2005).

Itu berarti, jika diberikan informasi mengenai akhlak Rasulullah SAW, anak-anak kemungkinan akan mempraktekannya langsung. Hal ini sangat positif untuk membentuk perilaku mereka agar menjadi anak yang shaleh/ shalehah.

Anak yang berakhlak baik dapat membantu orang tuanya mencapai surga, seperti sabda Rasulullah SAW dari Hadist Riwayat Ibn Majah yang artinya:

Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah

ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Al-Quran, masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.” [HR. Ibn Majah].


MENGAJARKAN AKHLAK PADA ANAK DAN MEMBUAT ANAK TERTARIK PADA SOSOK RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Salah satu kesulitan besar saat mengajari sang buah hati adalah anak mudah bosan. Kita perlu menyiasatinya dengan cara pengajaran yang lebih menarik.

Misal dengan memberi buku  yang mempunyai kombinasi warna yang beragam serta disertai banyak gambar. Hal ini dapat menjadi salah satu solusi untuk membuatnya menyerap beragam ilmu dan teladan yang baik.

Untuk mempermudah para orang tua menumbuhkan kecintaan anak pada sosok Muhammad SAW, kini telah hadir Ensiklopedia Nabi/ Sirah Nabawiyah dari Pustaka Lebah. Didesain khusus untuk anak-anak.

Ensiklopedia lengkap ini berisi perjalanan hidup Nabi Muhammad dari awal hingga akhir, perjuangan beliau, keluarga hingga para penerus kepemimpinan Rasulullah SAW.

BEBERAPA KEUNGGULAN YANG DIMILIKI ENSIKLOPEDI INI:

Desain dalam format komik cerita full colour (penuh warna) yang menarik dengan penggunaan kata yang mudah dipahami oleh anak usia 5-12 tahun.

Disertai contoh penerapan teladan Rasulullah tersebut pada kehidupan sehari-hari masa kini, dalam format komik yang interaktif. 

Terdiri dari 12 buku lengkap mengenai Rasulullah SAW, dengan rincian:

Buku 1  : Masyarakat Jahiliyah
Buku 2  : Masa Kecil
Buku 3  : Masa Remaja

THE GREAT PROPHET MUHAMMAD SAW
Buku 4  : Orang Terpercaya
Buku 5  : Generasi Pertama
Buku 6  : Dakwah Terbuka

Buku 7  : Hijrah
Buku 8  : Pembebasan Mekkah
Buku 9  : Wafatnya Rasulullah

Buku 10: Keluarga Rasulullah
Buku 11: Teladan Sifat Rasulullah
Buku 12: Penerus Kepemimpinan Rasulullah

Harga asli Ensiklopedi Sirah Nabawiyah lengkap versi anak ini adalah Rp 1.200.000,00. Namun anda bisa mendapatkan potongan harga sebesar Rp 500.000,00

Sehingga anda cukup menyediakan uang investasi bagi masa depan anak dan anda untuk keselamatan dunia sekaligus akhirat ini sebesar Rp 700.000,00 saja!

Sunday, 9 October 2016

KISAH INSPIRATIF NILAM SARI, FOUNDER KEBAB TURKI BABA RAFI



WOMENPRENEUR: MY LIFE, MY STORY, MY BABARAFI (BY NILAM SARI)



Catatan pribadi seorang perempuan muda bernama Nilam Sari yang sukses mengembangkan bisnisnya hingga memiliki 1200 outlet di 8 negara.

Nama “KEBAB TURKI BABA RAFI” tentu sudah tak asing lagi di telinga kita, apalagi bagi yang suka makan, penjelajah kuliner atau culinair hunter.

Nilam Sari adalah foundernya. Bersama suaminya Hendy Setiono, Nilam membangun bisnis “BABARAFI”.

Kini melalui Kebab Turki Baba Rafi, mereka telah berhasil memiliki sekitar 1200 outlet di seluruh Indonesia, Malaysia, Filipina, Tiongkok, Srilanka, Brunei Darussalam, Singapura, dan Eropa. WOW!

Beberapa penghargaan yang berhasil didapat pengusaha kelahiran Jakarta, 25 November, 35 tahun lalu ini antara lain:

1. 2nd Winner of "Indonesia Women Entrepreneur Award" by Info Franchise

2. 1st Winner of "Indonesia Woman Future Leader" by SWA Magazine (2010)

3. Invited Participant of The 2010 Changing Faces Women's Leadership Program

4. "Woman as Innovator Entrepreneur: Generating Economic Growth and Job Creation" held in Honolulu, Hawai (2010)
5. Winner of "Manggo Woman on Top" by Mango

6. Keynote Speaker at Singapore Human Capital Summit 2011 on "Accelerating Leadership Development in Asia Pasific" topic in Singapore

7. Speaker of "Project Connect: Southeast Asia Entrepreneur Forum" by @america US Embassy
8. Keynote Speaker of "Catalyze Your Dream" by US Embassy

9. Peserta dalam program World Enterpreneur by Ernst and Young 2014 di Monaco

10. Peserta Ernst and Young 2014 - Strategic Growth Forum events di Shangha

Impressive bukan?!
Ingin tahu bagaimana Nilam Sari bisa meraih semua itu?

Temukan kisah selengkapnya di E-Book WOMANPRENEUR: MY LIFE, MY STORY, MY BABARAFI
Sebuah e-book setebal 213 halaman berisi perjalanan hidup Nilam Sari yang dikemas dalam bentuk cerita sehingga menarik untuk dibaca.

Karena pembaca diajak untuk ikut merasakan lika-liku, perjuangan dan kebahagian yang dirasakan Nilam Sari sebagai seorang womanpreneur.

Tak hanya itu, pembaca juga akan mendapatkan ilmu-ilmu bisnis berikut ini dari beliau:

1. Bagaimana memulai bisnis dengan kemungkinan sukses lebih besar?

2. Bagaimana membangun bisnis yang seharusnya?
3. Bagaimana seharusnya mengelola uang?

4. Bagaimana memulai investasi yang benar?
5. Bagaimana memiliki bisnis hingga 1200 cabang lebih?
6. Bagaimana go international?

7. Bagaimana membangun jaringan bisnis hingga mancanegara?
8. Apa yang harus disiapkan untuk membuka cabang di luar negeri?
9. Bagaimana mendapatkan penghargaan hingga di luar negeri?

10. Bagaimana merekrut tim yang tepat untuk melejitkan bisnis kita?
11. Bagaimana membangun tim dan mengelola 1100 karyawan?
12. Bagaimana mengelola dan menyikapi kerugian milyaran rupiah?

13. Bagaimana menyikapi dan mengelola hutang puluhan milyar?
14. Bagaimana recovery bisnis bangkit dari hutang puluhan milyar?
15. Bagaimana menyikapi peluang bahkan dari pengusaha papan atas?

16. Kapan dan bagaimana kita membuat bisnis baru?
Dan beberapa ilmu lain bernilai ratusan milyar.
TUNGGU APALAGI, SEGERA DAPATKAN E-BOOKNYA DI SINI!

Friday, 30 January 2015

ATAS NAMA KEHORMATAN (DESHONORE)



       “Atas Nama Kehormatan”, buku ini  dapat membakar semangat untuk bangkit dari keterpurukan dan memberi inspirasi orang-orang lain terutama perempuan khususnya bagi korban ketidakadilan dan kekerasan ataupun pengekangan, baik secara fisik maupun psikologis. Buku ini diterbitkan oleh Pustaka Alvabet berisi 204 halaman dengan ukuran 12,5x20 cm. Cerita dipaparkan oleh Mukhtar Mai (kakak perempuan yang dihormati) dan ditulis dengan bantuan Marie-Therese Cuny, seorang penulis yang sudah lama memperjuangkan hak-hak perempuan. Buku yang terbit pertama kali di Prancis 12 Januari tahun 2006 dengan judul “Deshonore” (Oh! Edition) dan kemudian pada 31 Oktober tahun yang sama dirilis di AS dengan judul “In The Name of Honor” ini merupakan sebuah memoar (true story) inspirasional dan menggugah tentang perjuangan seorang perempuan dalam menghadapi ujian yang sangat berat dalam hidupnya. Bagi perempuan manapun, peristiwa yang dihadapi Mukhtar Mai (MM) merupakan kisah tragis yang sulit dijalani, diingat, diceritakan. Namun demi keadilan, kehormatan serta harapan untuk kebaikan perempuan lain di seluruh dunia ini, MM, seorang perempuan Pakistan berani membuka lukanya dan menceritakan “kejahatan kehormatan” yang dialaminya yang merupakan aib baginya dan keluarganya, juga telah mencoreng kehormatan hukum/ pengadilan negeri pecahan India itu.

        Mukthar Mai (MM) bernama asli Mukhtaran Bibi. Nama populer Mukhtar Mai yang berarti “kakak perempuan yang dihormati” didapatkannya dari perjuangan berat nan panjang yang telah dilakukannya selama ini. MM adalah janda tanpa anak berusia 32 tahun yang merupakan anak seorang petani miskin. Beliau tinggal di Meerwala, sebuah desa kecil di selatan Punjab yang berdekatan dengan perbatasan India. Pada bulan Juni 2002 MM diperkosa oleh empat orang laki-laki dari suku klan Mastoi di desanya. Perkosaan tersebut adalah hukuman adat atas “kejahatan susila” yang dituduhkan terhadap adik laki-lakinya bernama Abdul Syakur yang baru berusia 12 tahun. Syakur difitnah telah melakukan zina (ziadti) dengan perempuan bernama Salma berusia lebih tua darinya (sekitar 27 tahun) yang merupakan anak dari suku Mastoi yang berkasta lebih tinggi. Syakur telah ditahan polisi. Sedang MM terpaksa harus menjalani hukuman untuk menebus kehormatan keluarganya yang bersuku Gujar, kasta lebih rendah dari Mastoi. Di depan pengadilan adat Dewan Jirga, MM bertekuk lutut meminta belas kasihan atas nama keluarganya dan memohon agar adiknya dibebaskan. Namun ternyata apa yang dilakukan MM justru mendapat tanggapan berupa tindakan bringas dari empat laki-laki Mastoi. MM diseret ke sebuah gubuk kemudian ditelanjangi dan disetubuhi secara paksa. Setelah diperkosa tubuh MM dibiarkan begitu saja tergeletak seorang diri di luar gubuk dengan setengah telanjang karena hanya dibalut pakaian yang telah terkoyak-koyak. Ratusan pasang mata penduduk desa yang melihatnya hanya diam tak berbuat-buat apa. MM hanya dapat menangis dan menjerit dalam hati, menahan sakit, malu dan marah.

        Pengalaman pahit MM ini telah mengundang banyak perhatian dari kalangan jurnalis juga aktivis perempuan serta pembela hak asasi manusia. MM dengan sangat berani berjuang melawan penindasan di desanya di mana itu justru difasilitasi atau dilindungi oleh dewan adat. Kebanyakan perempuan yang menjadi korban pemerkosaan akan lebih memilih untuk diam kemudian bunuh diri. Namun tidak dengan perempuan buta huruf ini. Meski beliau bukan termasuk perempuan yang berpendidikan namun tidak menghalangi niatnya untuk bangkit melawan ketidakadilan dan memperjuangkan hak-hak serta kehormatan diri, keluarga dan perempuan pada umumnya. Beliau mempunyai cita-cita mulia yaitu memberikan pendidikan dan pengobatan gratis kepada warga di desanya terutama perempuan agar tidak mengalami kesialan seperti dirinya. Beliau ingin memberantas kebodohan dan  penindasan di desanya. Kisah MM ini juga telah terangkum dalam film dokumenter tentang kekerasan seksual di Pakistan dengan judul “Land, Gold and Women”.    


      Berikut hasil perjuangan panjang MM dan beberapa apresiasi untuk beliau. Pada tanggal 5 Juli 2002 MM menerima uang kompensasi sebesar USD 8.200 dari pemerintah Pakistan. Dengan uang itu MM mendirikan pusat perlindungan dan pendidikan bagi perempuan “The Mukhtar Mai Womens’s Welfare Organization”. Tanggal 2 Agustus 2005 pemerintah Pakistan menganugerahi medali emas Fatima Jinnah atas keberanian dan keteguhan MM. 2 November 2005 Majalah AS “Glamour” menjuluki MM sebagai “Woman of The Year”. Tanggal 2 Mei 2006 di markas PBB MM menyampaikan pesan pada dunia bahwa seseorang harus berjuang demi hak mereka dan hak geerasi berikutnya. Bulan Desember 2006 MM dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia versi Majalah “TIME”. Atas kontribusi MM terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) pada Maret 2007 Dewan Eropa menghadiahinya Nourth-South Prize (2006).

        Di bawah ini saya sajikan juga beberapa kutipan yang saya ambil dari buku “Atas Nama Kehormatan” agar dapat memberikan inspirasi pada kita semua utamanya para perempuan. :)

“Kepercayaanku pada keadilan Tuhan mungkin lebih besar dari rasa percayaku pada keadilan manusia.” (MM)

“Kau takut pada setiap orang dan setiap hal. Jika kau terus bersikap seperti itu maka kau tak akan pernah berhasil. Kau harus menghadapi masalahmu sendiri.” (Naseem Akhtar)

“Ketidaksukaan laki-laki atas intelegensi yang dimiliki perempuanlah yang menjadi faktor tersingkirnya perempuan.” (MM)

“Perempuan harus menemukan pemahaman diri sendiri sebagai manusia juga menghormati diri sendiri sebagai seorang perempuan.” (MM)

“Aku percaya Tuhan, aku mencintai desaku, negaraku. Aku ingin mengubah keadaan negeri ini, membantu seluruh korban pemerkosaan dan generasi anak-anak perempuan di masa depan.” (MM)

“Apakah menjadi suatu dosa di negara jika seseorang dilahirkan miskin dan sebagai seorang perempuan?” (Mera Kya Kasur)

“Seseorang tidak seharusnya merasa bersalah atas kejahatan orang lain.” (Mera Kya Kasur)

“Hanya perempuan yang dapat mengerti betapa hancurnya, secara fisik dan psikologis, seorang perempuan setelah mengalami pemerkosaan...” (MM)

“Aku bukan hanya berjuang untuk diriku sendiri tapi juga untuk seluruh perempuan yang telah dihina atau diabaikan...” (MM)

“Kehormatan sejati tanah kelahiranku adalah memberikan kesempatan kepada perempuan, baik yang berpendidikan maupun yang buta huruf untuk menyuarakan protes demi menentang ketidakadilan yang dialaminya.” (MM)

"Jika kehormatan laki-laki terletak pada perempuan, lalu mengapa laki-laki ingin memperkosa atau membunuh kehormatan tersebut?” (MM) 


Friday, 23 January 2015

ANAKKU BERTANYA TENTANG LGBT

       Buku karya Sinyo (Agung Sugiarto) ini diterbitkan oleh Quanta, group Kompas Gramedia Elex Media Komputindo. Seperti buku sebelumnya,  Dua Wajah Rembulan (DWR) yang dierbitkan oleh Indie Pro Publishing, buku ini juga membahas tentang dunia LGBT (non-heteroseksual). Namun sesuai judulnya, dalam buku terdapat juga cara orang tua untuk melakukan pencegahan agar anak tidak melakukan tindakan homoseksual dan tidak mendapat pelecehan seksual; di sini pendidikan seks sejak dini sangat penting, serta hubungan baik antara orang tua dan anak - dalam hal ini termasuk komunikasi yang baik dan tebuka – sangat diperlukan. Tidak berhenti sampai disitu, ada juga kiat-kiat kita dalam menghadapi seseorang yang kita kenal telah melakukan tindakan homoseksual atau jika mengetahui anak kita sendiri mempunyai ketertarikan pada sesama jenis (Same Sex Attraction) atau mengakui dirinya seorang LGBT dan mugkin juga telah melakukan tindakan homoseksual.

       Sesuai dengan judul dan jenis bukunya tentunya. Bahasan tentang LGBT dibahas secara objektif dari berbagai sumber yang bisa dikatakan cukup mewakili dan berimbang. Hanya saja - menurut saya, seperti pada buku sebelumnya DWR yang sudah selesai saya baca juga - dapat saya nilai proporsi bahasan pencegahan dan solusi sangat sedikit dibanding dengan bahasan asal-usul, sejarah dan terkait serba-serbi dunia LGBT. Menurut saya akan lebih bagus lagi jika proporsi bahasan pencegahan dan solusi lebih banyak, atau paling tidak sama dengan serba-serbi dunia LGBT, mengingat buku “Anakku Bertanya Tentang LGBT” ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan, tips/ kiat-kiat para orang tua terkait dunia LGBT, pencegahan tindakan dan cara menghadapi seseorang yang “ketahuan” atau mengakui telah melakukan tindakan homoseksual maupun yang sekedar mempunyai ketertarikan sesama jenis.

      Buku ini tidak hanya diperuntukan bagi para orang tua yang peduli terhadap perkembangan anaknya, tapi juga para calon orang tua dan siapapun yang ingin mengetahui tentang LGBT sebagai bekal pengetahuan untuk menghadapi permasalahan terkait itu, apakah itu terjadi pada diri sendiri ataupun orang terdekat. Dasar atau sumber yang dipakai penulis tentu saja menurut ajaran Islam, namun dapat dipakai untuk umum, karena Islam adalah ajaran universal, rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil’alamin).

      Penulis (Sinyo) adalah seorang yang concern dengan masalah LGBT ini, bahkan beliau mempunyai group Peduli Sahabat sebagai wadah untuk teman-teman yang ingin berkonsultasi masalah ini. Semoga dengan semakin banyak buku dan group yang terkait LGBT ini akan membantu permasalahan LGBT dan orang-orang yang mencintai atau peduli terhadap mereka. Karena kita sebenarnya turut andil dalam hal ini, secara langsung maupun tidak. Ingatlah untuk tetap memandang mereka sebagai seorang “manusia seutuhnya” bukan hanya ingat “label mereka sebagai LGBT”.


RELATED POST:
DUA WAJAH REMBULAN




“Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi ALLAAH petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.”
(QS. Az-Zumar: 18)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya”.
(QS. Al-Israa’: 36)

“Orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah.”
(Sayyid Quthb)

”Siapa yang sanggup mengelola tekanan, dia yang layak disebut pahlawan.“
(Family DISCovery)